tugasppkn pem.online
Nama:Anisa Hanum Pratiwi
Kela:X TO 1tugspknanisahanum
materi: remidial bab 7
Pengertian Budaya Politik dan Sosialisasi Politik
Budaya politik dan sosialisasi politik adalah pendekatan yang cukup akhir di dalam ilmu politik.
Budaya Politik
Budaya politik adalah cara individu berpikir, merasa, dan bertindak terhadap sistem politik serta bagian-bagian yang ada di dalamnya, termasuk sikap atas peranan mereka sendiri di dalam sistem politik [Almond dan Verba, h. 14].
Orientasi/kecenderungan individu terhadap sistem politik terbagi 3, yaitu: [Almond dan Verba, h. 16-9]
Orientasi Kognitif - Pengetahuan atas mekanisme input dan output sistem politik, termasuk pengetahuan atas hak dan kewajiban selaku warganegara.
Orientasi Afektif - Perasaan individu terhadap sistem politik, termasuk peran para aktor (politisi) dan lembaga-lembaga politik (partai politik, eksekutif, legislatif, dan yudikatif).
Orientasi Evaluatif - Keputusan dan pendapat individu tentang obyek-obyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai, kriteria informasi dan perasaan, misalnya tampak saat pemilu.
Orientasi kognitif adalah pengetahuan. Bagaimana individu mengetahui hak dan kewajiban warga negara di dalam konstitusi, bagaimana individu mengetahui tata cara pemilihan umum, bagaimana individu mengetahui partai politik dan aktivitas partai tersebut, bagaimana individu mengetahui perilaku pemimpin-pemimpin mereka lewat pemberitaan massa, merupakan contoh dari orientasi kognitif ini. Pengetahuan-pengetahuan ini bersifat tidak tetap. Pengetahuan bertambah atau tetap seiring dengan pengaruh-pengaruh dari lingkungan sekeliling individu.
Tipe-tipe Budaya Politik
Menurut Almond dan Verba, budaya politik memiliki tipe-tipe tersendiri. Melalui hasil penelitian mereka di 5 negara, keduanya menyimpulkan bahwa terdapat 3 budaya politik yang dominan terdapat di tengah individu. Tipe budaya politik sendiri berarti jenis kecenderungan individu di dalam sistem politik. Tipe-tipe budaya politik yang ada adalah: [Almond dan Verba, h. 20]
Budaya Politik Parokial.
Budaya Politik Subyek
Budaya Politik Partisipan.
1. Budaya Politik Parokial
Budaya politik parokial merupakan tipe budaya politik di mana ikatan seorang individu terhadap sebuah sistem politik tidaklah begitu kuat, baik secara kognitif maupun afektif [Almond dan Verba, h. 20]. Di dalam tipe budaya politik ini, tidak ada peran politik yang bersifat khusus. Individu tidak mengharapkan perubahan apapun dari sistem politik. Ini diakibatkan oleh sebab individu tidak merasa bahwa mereka adalah bagian dari sebuah bangsa secara keseluruhan. Individu hanya merasa bahwa mereka terikat dengan kekuasaan yang dekat dengan mereka, misalnya suku mereka, agama mereka, ataupun daerah mereka.
Budaya politik parokial kentara misalnya, di dalam budaya masyarakat yang masih nomaden. Misalnya ini terjadi di kafilah-kafilah badui jazirah Arabia, suku-suku pedalaman Indonesia seperti Kubu, Dani, Asmat, Anak Dalam, dan sejenisnya. Contoh tersebut dalam pengertian fisik. Namun, dapat pula kita kembangkan parokialisme dalam pengertian lebih luas. Misalnya, dapat kita sebut bahwa sebagian warga Aceh yang hendak memisahkan diri dari Republik Indonesia sebagai menganut budaya politik parokial, oleh sebab mereka tidak mengidentifikasi diri sebagai warga negara Republik Indonesia.
2. Budaya Politik Subyek
Budaya politik subyek adalah budaya politik yang tingkatannya lebih tinggi dari parokial oleh sebab individu merasa bahwa mereka adalah bagian dari warga suatu negara [Almond dan Verba, h. 21]. Individu yang berbudaya politik subyek juga memberi perhatian yang cukup atas politik akan tetapi sifatnya pasif. Mereka kerap mengikuti berita-berita politik tetapi tidak bangga atasnya, dalam arti, secara emosional mereka tidak merasa terlibat dengan negara mereka. Saat mereka tengah membicarakan masalah politik, cenderung ada perasaan tidak nyaman oleh sebab mereka tidak mempercayai orang lain begitu saja. Di ujung yang lain, saat berhadapan dengan institusi negara mereka merasa lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Budaya politik subyek banyak berlangsung di negara-negara yang kuat (strong government) tetapi bercorak otoritaritarian atau totalitarian. Misalnya, budaya ini banyak terjadi di Indonesia di saat pemerintah Presiden Suharto (masa Orde Baru). Di masa tersebut, orang jarang ada yang berani membincangkan masalah politik secara bebas, terlebih lagi mengkritik presiden ataupun keluarganya. Gejala seperti ini juga terjadi di Cina, Korea Utara, Kuba, atau sebagian negara makmur seperti Arab Saudi, Singapura, ataupun Malaysia, yang sistem politiknya belum sepenuhnya demokrasi.
3. Budaya Politik Partisipan
Budaya politik partisipan adalah budaya politik yang lebih tinggi tingkatannya ketimbang subyek. Dalam budaya politik partisipan, individu mengerti bahwa mereka adalah warga negara yang punya sejumlah hak maupun kewajiban [Almond dan Verba, h. 22]. Hak misalnya untuk menyatakan pendapat, memperoleh pekerjaan, penghasilan, pendidikan, dan di sisi lain kewajiban untuk, misalnya, membayar pajak.
Dalam budaya politik partisipan, sering dan merasa bebas mendiskusikan masalah politik. Mereka merasa bahwa, hingga tingkatan tertentu, dapat mempengaruhi jalannkan perpolitikan negara. Mereka pun merasa bebas dan mampu mendirikan organisasi politik baik untuk memprotes ataupun mendukung pemerintah. Jika tidak mendirikan organisasi politik, mereka pun banyak bergabung ke dalam organisasi sukarela baik bersifat politik maupun tidak. Saat mengikuti pemilu mereka cukup berbangga hati.
Budaya politik partisipan utamanya banyak terjadi di negara-negara dengan tingkat kemakmuran dan keadilan yang cukup tinggi. Jarang budaya politik partisipan terdapat di negara-negara yang masih bercorak otoritarian, totaliter, ataupun terbelakang secara ekonomi. Atau, jika tidak makmur secara ekonomi, maka budaya politik partisipan muncul dalam sistem politik yang terbuka seperti Demokrasi Liberal.
Sosialisasi Politik
Michael Rush dan Phillip Althoff merupakan dua orang yang memperkenalkan teori sosialisasi politik melalui buku mereka Pengantar Sosiologi Politik. Dalam buku tersebut, Rush dan Althoff menerbitkan terminologi baru dalam menganalisis perilaku politik tingkat individu yaitu sosialisasi politik.
Sosialisasi politik adalah proses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali sistem politik yang kemudian menentukan persepsi serta reaksinya terhadap gejala-gejala politik. Sistem politik dapat saja berupa input politik, output politik, maupun orang-orang yang menjalankan pemerintahan
Dalam melakukan kegiatan sosialisasi politik, Rush dan Althoff menyuratkan terdapat 3 cara, yaitu:
Imitasi
Instruksi
Motivasi
Agen-agen Sosialisasi Politik
Dalam kegiatan sosialisasi politik dikenal yang namanya agen. Agen inilah yang melakukan kegiatan memberi pengaruh kepada individu. Rush dan Althoff menggariskan terdapatnya 5 agen sosialisasi politik yang umum diketahui, yaitu:
keluarga
sekolah
peer groups
media massa
pemerintah
partai politik
SOAL!
1.Pengertian budaya politik dan sosialisasi politik.
2.pengertian budaya politik
3.pengertian sosialisasi politik
4.sebutkan orientasi sistem politik
5.Siapa saja agen sosialisasi politik?
Jawab!
1.pendekatan yang cukup akhir didalam ilmu politik
2.cara individu berfikir,merasa dan bertindak terhadap sistem politik.
3.proses oleh pengaruh oleh seorang individu bisa mengenali politik
4.Orientasi kognitif, orientasi afektif, orientasi evaluatif
5.keluarga,sekolah,peer groups, media massa, pemerintah, parpol.
Nama:Anisa Hanum Pratiwi
Kelas:X TO 1
Materi:Covid-19
1. Menurut anda sebenarnya ancaman paling berpengaruh atas terjadinya covid-19 ini itu apa saja?. Berikan alasannya.
Jawab:
_ Lock down diartikan sebagai sebuah situasi di mana orang tidak diperbolehkan masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan bebas karena kondisi darurat.
_ Dapat menyebabkan kelangkaan barang akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Sejumlah pihak meminta pemerintah mewaspadai ancaman inflasi sebagai dampak lanjutan akibat merebaknya virus corona.
2. Berdampak apa saja di kehidupan:
1. Pribadi
2. Keluarga
3. Masyarakat
Serta apa saja yang seharusnya kalian lakukan agar bisa meminimalis pandemi ini?.
Jawab:
1. Dampak negatif:
_Tidak bisa berkumpul selain dengan keluarga.
_Dampak positif:
_ Lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga.
_Lebih menjaga kesehatan dan kebersihan.
2.Dampak negatif:
_Penghasilan berkurang.
Dampak positif:
_Lebih banyak waktu bersama keluarga.
3. Dampak negatif
_Gotong royong membersihkan area sekitarnya.
_Dampak positif:
_Penularan Covid-19 lebih cepat._
_Sebagai warga negara yang baik dan patuh pada pemerintah dan aturan kita hanya perlu disiplin terhadap kebijakan social distancing dan physical distancing (jaga jarak aman)
_di rumah saja, menjaga kesehatan dan kebersihan, cuci tangan.
Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dan perekonomian Indonesia cepat pulih kembali.
3. Apakah dampak dari ketidaksadaran manusia?.
Jawab:
1.masih melaksanakan mudik dari ibu kota ke kampung halaman meski pemerintah sudah menghimbau.
2.Masih banyak masyarakat yang berkerumun di tempat keramaian seperti pasar dll._
3.Ketidaksadaran yang paling sering terjadi adalah membuang sampah sembarangan dan enggan melaksanakan hidup sehat._
4. Bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, dan alam semesta.
Jawab:
_ Lock down diartikan sebagai sebuah situasi di mana orang tidak diperbolehkan masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan bebas karena kondisi darurat.
_ Dapat menyebabkan kelangkaan barang akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Sejumlah pihak meminta pemerintah mewaspadai ancaman inflasi sebagai dampak lanjutan akibat merebaknya virus corona.
2. Berdampak apa saja di kehidupan:
1. Pribadi
2. Keluarga
3. Masyarakat
Serta apa saja yang seharusnya kalian lakukan agar bisa meminimalis pandemi ini?.
Jawab:
1. Dampak negatif:
_Tidak bisa berkumpul selain dengan keluarga.
_Dampak positif:
_ Lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga.
_Lebih menjaga kesehatan dan kebersihan.
2.Dampak negatif:
_Penghasilan berkurang.
Dampak positif:
_Lebih banyak waktu bersama keluarga.
3. Dampak negatif
_Gotong royong membersihkan area sekitarnya.
_Dampak positif:
_Penularan Covid-19 lebih cepat._
_Sebagai warga negara yang baik dan patuh pada pemerintah dan aturan kita hanya perlu disiplin terhadap kebijakan social distancing dan physical distancing (jaga jarak aman)
_di rumah saja, menjaga kesehatan dan kebersihan, cuci tangan.
Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dan perekonomian Indonesia cepat pulih kembali.
3. Apakah dampak dari ketidaksadaran manusia?.
Jawab:
1.masih melaksanakan mudik dari ibu kota ke kampung halaman meski pemerintah sudah menghimbau.
2.Masih banyak masyarakat yang berkerumun di tempat keramaian seperti pasar dll._
3.Ketidaksadaran yang paling sering terjadi adalah membuang sampah sembarangan dan enggan melaksanakan hidup sehat._
4. Bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, dan alam semesta.
Nama:Anisa Hanum Pratiwi
Kelas:X TO 1
materi:WAWASAN NUSANTARA
1.Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut, dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan
2.1. Asas Kepentingan Bersama
⇒ asas ini digunakan ketika bangsa Indonesia menghadapi penjajah untuk merebut kemerdekaan. Setelah kemerdekaan Indonesia, asas ini dijadikan asas untuk membangun dan mengisi kemerdekaan guna mewujudkan tujuan nasional seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
2. Asas Keadilan
⇒ asas ini merupakan cerminan dari tata pergaulan dengan tidak merugikan para pihak dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi atas kepentingan golongan/umum.
3. Asas Kejujuran
⇒asas yang mencerminkan semua perbuatan sesuai dengan kenyataan dan hukum yang berlaku.
4. Asas Solidaritas
⇒ asas ini merupakan asas saling memahami dan saling menghargai antar sesama dengan tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, dsb.
5. Asas Kerja Sama
⇒ menerapkan kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu.
6. Asas Kesetiaan
⇒ setia terhadap kesepakatan bersama.
3.1.Wadah
Meliputi kekayaan alam dan penduduk dengan beragam budaya.
2.Isi
Aspirasi bangsa yang bertujuan untuk mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang ideal di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.Tata laku
Pertemuan antara wadah dan isi yang mengasilkan mentalitas dan cita-cita bersama untuk menjadikan Indonesia yang inklusif dan membangun.
4.Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman dan motor dari setiap tindakan, keputusan, kebijaksanaan, dan perbuatan setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
5.latar belakang terbentuknya wawasan Nusantara dalam konteks NKRI. Wawasan nusantara dipengaruhi oleh bebrapa hal yakni pengaruh geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal.
Pembahasan
Istilah Wawasan Nusantara berasal dari dua istilah kata yaitu “wawasan” dan “nusantara”. Kata wawasan berasal dari kata wawas , yang secara harfiah berarti pandangan atau teropong, yang dapat diartikan sebagai pandangan seseorang dalam melihat dan menjabarkan keberadaan suatu bidang tertentu secara utuh.
Sedangkan istilah nusantara berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “nusa” yang berarti “pulau” dan “antara” yang berarti “luar”, sehingga pengertian nusantara adalah kelompok atau gugusan pulau (nusa) atau kepulauan yang berada dalam posisi silang yaitu berada diantara dua samudera dan dua benua.
Wawasan nusantara adalah cara bagi bangsa Indonesia untuk melihat dirinya ( baik secara geografis) sebagai satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, masalah pertahanan dan keamanan (ipoleksusbudhankam).
Tujuan Wawasan Nusantara :
Menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, yaitu politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.(Tujuan Internal Wawasan Nusantara)
Ikut melaksanakan ketertiban dunia (Tujuan Eksternal Wawasan Nusantara)
Ancaman terhadap sebagian wilayah merupakan ancaman seluruh wilayah dan menjadi tanggung jawab segenap bangsa. hal tersebut merupakan arti Wawasan nusantara sebagai satu kesatuan Pertahanan dan keamanan.
Adapun beberapa ancaman yang mengancam Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan Negara (IPOLEKSOSBUDHANKAM) adalah sebagai berikut :
- Bidang Ideologi :
Adanya ideologi luar yang ingin menggantikan Pancasila
Implementasi : Mengalakkan pendidkan Pancasila
- Bidang Politik :
Maraknya korupsi kolusi dan nepotisme
Implementasi : Memberantas korupsi sejak dini
Hoaks dalam pemilihan umum
Implementasi : Memilihan dalam mengonsumsi berita
- Bidang Ekonomi
Kecenderungan masyarakat membeli barang import
Solusi : Mencintai dan menggunakan produksi dalam negri
- Bidang Sosial Budaya
Tergerusnya budaya lokal dengan budaya asing
Implementasi : Melestarikan budaya lokal
- Bidang Pertahanan Keamanan
Ancaman militer seperti : Sabotase, Terorisme
Implementasi : Memperkuat pertahanan dan keamanan negar.
Dan jika indonesia tidak mempunyai konsep wawasan nusantara maka indonesia akan kacau. para pndduk indonesia akan di jajah oleh negara lain.
2.1. Asas Kepentingan Bersama
⇒ asas ini digunakan ketika bangsa Indonesia menghadapi penjajah untuk merebut kemerdekaan. Setelah kemerdekaan Indonesia, asas ini dijadikan asas untuk membangun dan mengisi kemerdekaan guna mewujudkan tujuan nasional seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
2. Asas Keadilan
⇒ asas ini merupakan cerminan dari tata pergaulan dengan tidak merugikan para pihak dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi atas kepentingan golongan/umum.
3. Asas Kejujuran
⇒asas yang mencerminkan semua perbuatan sesuai dengan kenyataan dan hukum yang berlaku.
4. Asas Solidaritas
⇒ asas ini merupakan asas saling memahami dan saling menghargai antar sesama dengan tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, dsb.
5. Asas Kerja Sama
⇒ menerapkan kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu.
6. Asas Kesetiaan
⇒ setia terhadap kesepakatan bersama.
3.1.Wadah
Meliputi kekayaan alam dan penduduk dengan beragam budaya.
2.Isi
Aspirasi bangsa yang bertujuan untuk mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang ideal di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.Tata laku
Pertemuan antara wadah dan isi yang mengasilkan mentalitas dan cita-cita bersama untuk menjadikan Indonesia yang inklusif dan membangun.
4.Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman dan motor dari setiap tindakan, keputusan, kebijaksanaan, dan perbuatan setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
5.latar belakang terbentuknya wawasan Nusantara dalam konteks NKRI. Wawasan nusantara dipengaruhi oleh bebrapa hal yakni pengaruh geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal.
Pembahasan
Istilah Wawasan Nusantara berasal dari dua istilah kata yaitu “wawasan” dan “nusantara”. Kata wawasan berasal dari kata wawas , yang secara harfiah berarti pandangan atau teropong, yang dapat diartikan sebagai pandangan seseorang dalam melihat dan menjabarkan keberadaan suatu bidang tertentu secara utuh.
Sedangkan istilah nusantara berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “nusa” yang berarti “pulau” dan “antara” yang berarti “luar”, sehingga pengertian nusantara adalah kelompok atau gugusan pulau (nusa) atau kepulauan yang berada dalam posisi silang yaitu berada diantara dua samudera dan dua benua.
Wawasan nusantara adalah cara bagi bangsa Indonesia untuk melihat dirinya ( baik secara geografis) sebagai satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, masalah pertahanan dan keamanan (ipoleksusbudhankam).
Tujuan Wawasan Nusantara :
Menjamin perwujudan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, yaitu politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.(Tujuan Internal Wawasan Nusantara)
Ikut melaksanakan ketertiban dunia (Tujuan Eksternal Wawasan Nusantara)
Ancaman terhadap sebagian wilayah merupakan ancaman seluruh wilayah dan menjadi tanggung jawab segenap bangsa. hal tersebut merupakan arti Wawasan nusantara sebagai satu kesatuan Pertahanan dan keamanan.
Adapun beberapa ancaman yang mengancam Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan Negara (IPOLEKSOSBUDHANKAM) adalah sebagai berikut :
- Bidang Ideologi :
Adanya ideologi luar yang ingin menggantikan Pancasila
Implementasi : Mengalakkan pendidkan Pancasila
- Bidang Politik :
Maraknya korupsi kolusi dan nepotisme
Implementasi : Memberantas korupsi sejak dini
Hoaks dalam pemilihan umum
Implementasi : Memilihan dalam mengonsumsi berita
- Bidang Ekonomi
Kecenderungan masyarakat membeli barang import
Solusi : Mencintai dan menggunakan produksi dalam negri
- Bidang Sosial Budaya
Tergerusnya budaya lokal dengan budaya asing
Implementasi : Melestarikan budaya lokal
- Bidang Pertahanan Keamanan
Ancaman militer seperti : Sabotase, Terorisme
Implementasi : Memperkuat pertahanan dan keamanan negar.
Dan jika indonesia tidak mempunyai konsep wawasan nusantara maka indonesia akan kacau. para pndduk indonesia akan di jajah oleh negara lain.
Nama:Anisa Hanum Pratiwi
Kelas:X TO 1
materi :Poster
(Berkelompok)
Komentar
Posting Komentar